Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026

Agenda Indonesia Hari Keempat di WEF 2026: Special Address Presiden dan Diskusi Strategis di Indonesia Pavilion

Davos, 22 Januari 2026 — Pada hari keempat pelaksanaan World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026, Kamis (22/01), Indonesia melanjutkan rangkaian agenda diplomasi ekonomi melalui penyampaian Special Address Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pertemuan bilateral strategis, serta diskusi tematik di Indonesia Pavilion. Agenda hari ini menegaskan kesinambungan upaya Indonesia dalam memperkuat dialog global dan memperluas peluang kolaborasi. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan Special Address di hadapan para pemimpin dunia, pimpinan organisasi internasional, dan pelaku usaha global. Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya stabilitas politik, kepastian hukum, dan tata kelola yang baik sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta prasyarat utama dalam membangun kepercayaan global.

“Indonesia saat ini bukan hanya negara yang damai dan stabil, tetapi juga semakin menjadi negara penuh peluang. Dengan stabilitas politik, sosial, dan ekonomi yang terjaga, Indonesia siap menjadi mitra strategis global yang menawarkan kepastian, pertumbuhan berkelanjutan, dan tata kelola yang transparan,” ujar Presiden Prabowo.


Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta melakukan reformasi struktural dan penyederhanaan regulasi. Langkah-langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan iklim usaha yang efisien, kompetitif, dan kondusif bagi investasi berkualitas.


Sejalan dengan agenda tersebut, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menjalani sejumlah pertemuan bilateral strategis di Indonesia Pavilion. Rosan bertemu dengan Perdana Menteri Yordania untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi dan investasi bilateral. Selain itu, Rosan juga melakukan pertemuan dengan perwakilan pelaku usaha global dan badan usaha nasional guna menjajaki peluang kolaborasi di sektor industri hilir, energi, dan pengelolaan sumber daya strategis.


Indonesia Pavilion pada hari keempat juga menjadi tuan rumah diskusi tematik yang membahas isu-isu prioritas global, meliputi:

·     Food Security: Indonesia’s Strategy for Climate-Resilient Food Systems, yang mengangkat penguatan sistem pangan yang adaptif terhadap perubahan iklim melalui inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.

·     Harnessing the Impact of the Blue Economy, yang membahas pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan sumber peluang investasi jangka panjang.

·     Transforming Health Systems: Building Resilient, Inclusive Care Models for Emerging Markets, yang menyoroti pentingnya transformasi sistem kesehatan yang inklusif dan tangguh, khususnya di negara berkembang.


Rangkaian agenda hari ini ditutup dengan kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Indonesia Pavilion, yang menegaskan peran pavilion sebagai pusat promosi peluang investasi, dialog kebijakan, dan platform kolaborasi Indonesia dengan mitra global.


Secara keseluruhan, agenda Indonesia pada hari keempat WEF 2026 mencerminkan konsistensi antara pesan yang disampaikan dalam Special Address Presiden dengan langkah konkret diplomasi ekonomi dan investasi yang dijalankan pemerintah. Indonesia terus menegaskan posisinya sebagai mitra global yang stabil, terbuka, dan siap bekerja sama dalam menjawab berbagai tantangan global.



Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Biro Protokol dan Hubungan Masyarakat

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM

Email: humas@bkpm.go.id


Powered by sagara 2022