Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025

Konektivitas Diperkuat, Hilirisasi Dipacu — Wamen Investasi Saksikan Penandatanganan MoU Pelabuhan Tanjung Carat Sumsel

Palembang, 31 Oktober 2025 – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu menghadiri kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pembangunan dan Pengoperasian Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, serta Nota Kesepahaman Penyelenggaraan Pelabuhan Pengumpan Regional di Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (31/10).

Acara yang digelar di Palembang tersebut dihadiri oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta pejabat dari kementerian dan pemerintah daerah terkait.


Dalam sambutannya, Todotua menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas logistik dan rantai pasok nasional, khususnya di wilayah Sumatera bagian selatan.


“Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari sejarah panjang Sumatera Selatan dalam memperkuat konektivitas dan hilirisasi,” ujarnya.


Todotua menjelaskan bahwa Sumatera Selatan memiliki sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari batu bara, minyak, gas, hingga hasil perkebunan seperti kelapa sawit dan kopi. Namun, potensi tersebut belum memberikan manfaat maksimal karena masih terkendala inefisiensi logistik dan keterbatasan akses pelabuhan laut dalam. 


Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat akan menjadi kunci utama untuk menghubungkan potensi sumber daya alam Sumatera Selatan dengan kawasan industri dan pasar ekspor. Keberadaan pelabuhan modern ini juga akan mempercepat arus barang, menekan biaya logistik, serta memperkuat rantai pasok industri di wilayah barat Indonesia.


“Kementerian Investasi dan Hilirisasi juga tengah mempersiapkan kawasan Tanjung Carat sebagai kawasan ekonomi khusus berbasis hilirisasi, agar sumber daya alam yang keluar dari sini tidak hanya diekspor dalam bentuk mentah, tetapi diolah lebih lanjut di dalam negeri untuk menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja,” jelas Todotua.


Selain penguatan ekosistem hilirisasi, pemerintah juga mendorong agar konektivitas antar-moda di wilayah Sumatera Selatan semakin terintegrasi. Jalur tol dari Palembang hingga ke wilayah Tanjung Carat akan diperluas, sehingga transportasi barang dari kawasan industri ke pelabuhan dapat berjalan lebih efisien. Pemerintah menargetkan pelaksanaan pembangunan dapat dimulai pada triwulan pertama tahun depan, sejalan dengan kesiapan infrastruktur dan dukungan pembiayaan dalam negeri.


“Kami ingin memastikan bahwa proyek strategis ini dapat berjalan cepat, transparan, dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.


Herman Deru lalu menegaskan dalam sambutannya, bahwa proyek Tanjung Carat menjadi simbol kemandirian ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah barat Indonesia. Ia menyampaikan bahwa selama ini Sumatera Selatan sering hanya menjadi jalur lintasan logistik, bukan pelaku utama dalam perdagangan regional.


“Selama ini kita sering hanya menjadi jalur lintasan logistik, bukan pelaku utama. Dengan Tanjung Carat, Sumatera Selatan akan berdiri sejajar dengan provinsi lain sebagai pusat pertumbuhan baru di Sumatera,” tegas Herman.


Sementara itu, Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memperkuat konektivitas maritim nasional dan mendukung pemerataan ekonomi di Sumatera bagian selatan. Ia menilai, proyek yang sudah direncanakan hampir empat dekade ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pertumbuhan logistik dan perdagangan antardaerah.


“Rencana pembangunan pelabuhan laut dalam ini sudah direncanakan hampir 40 tahun lalu. Kini saatnya kita wujudkan bersama, bukan hanya sebagai proyek fisik, tetapi sebagai simbol kehadiran negara dalam memperkuat konektivitas dan perekonomian Sumatera Selatan,” ujar Dudy.


Todotua menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan kerja sama strategis ini, termasuk Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin.


Acara penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting penguatan infrastruktur logistik nasional, sekaligus bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha dalam mendorong pemerataan ekonomi serta memperkuat ekosistem hilirisasi di Indonesia.


Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Kepala Biro Protokol dan Hubungan Masyarakat

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM

Email: humas@bkpm.go.id



Powered by sagara 2022